Pangdivif 3 Kostrad: Saya Bukan Siapa-siapa Tanpa Prajurit

Jakarta, IDM – Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad, Mayjen TNI Bangun Nawoko menghadiri acara apel pelepasan dan serah terima 153 prajurit tamtama remaja Divif 3 Kostrad ke Satjar Divif 3 Kostrad di Pakatto, Gowa, Senin (29/4).
Dalam sambutannya, Bangun menegaskan komitmennya dalam memimpin pasukan dengan mengutamakan kebersamaan dan profesionalisme.
Baca Juga: Negara-negara yang Ikut Latma Super Garuda Shield Rampungkan Skenario Latihan
"Saya bukan siapa-siapa tanpa rekan-rekan prajurit,” tekan Bangun.
Pangdivif 3 menyatakan jika jangan pernah berkecil hati, prajurit adalah orang-orang penting bagi Divisi Infanteri 3 Kostrad.
Baca Juga: India Jajal Peluang Ekspor Pertahanan ke Negara Asia Tenggara
Bangun juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan pribadi, keluarga dan nama baik satuan sebagai prajurit profesional.
“Prestasi akan dihargai dengan reward, sementara pelanggaran akan mempertanggungjawabkan konsekuensi administratif maupun hukum bagi prajurit,” ucap Bangun. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































