Pangdivif 2 Kostrad Tinjau Batalion Kavaleri, Prajurit Diingatkan untuk Solid dan Profesional

Jakarta, IDM – Para prajurit harus selalu memegang sikap bersyukur dan mengingatkan agar bekerja lebih baik, profesional, dan tidak melanggar disiplin.
Hal tersebut dipesankan Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun saat mengunjungi Yonkav 8/2 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/4).
Baca Juga: Eks KRI Teluk Hading-538 jadi Sasaran Tembak Rudal di Latopslagab 2026
Kedatangan Pangdivif 2 tidak hanya agenda rutin, melainkan menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat soliditas prajurit satuan kavaleri.
“Syukuri kesejahteraan yang telah diberikan negara, imbangi dengan bekerja lebih baik dan profesional serta hindari hal-hal yang dapat menyebabkan pelanggaran disiplin, terutama jangan sampai menyakiti hati rakyat,” kata Pangdivif 2, Jumat (17/4).
Pangdivif 2 juga mengingatkan kepada prajurit untuk tetap waspada, bersiap, dan jangan sampai kehilangan kendali dalam menghadapi dinamika konflik Amerika Serikat-Iran.
“Prajurit sejati adalah mereka yang mampu menjaga disiplin, bersyukur atas nikmat, dan tetap teguh menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Baca Juga: TMMD ke-128, TNI AD Fokus Pembangunan di 47 Daerah
Menariknya, Pangdivif 2 berpesan kepada prajurit yang belum menikah untuk memilih pasangan dengan mempertimbangkan bibit, bobot, dan bebet.
“Demi menghindari permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian,” pesannya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































