Pangdivif 2 Kostrad Ingatkan Kesiapsiagaan Prajurit di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Jakarta, IDM – Para prajurit TNI AD mendapatkan instruksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menyikapi dinamika global saat ini.
Pesan tersebut disampaikan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun saat mengunjungi Resimen Armed 2 di Malang, Rabu (11/3).
Baca Juga: Kronologi Prajurit TNI AD Dipecat Gara-gara Palsukan SKCK
“Prajurit harus mampu menjaga profesionalitas serta kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” ujar Primadi dikutip dari Penerangan Kostrad, Senin (16/3).
Kunjungan Pangdivif 2 sekaligus menjadi momen memperkuat soliditas dan menumbuhkan kebanggaan prajurit terhadap satuan.
Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan profesionalitas dalam setiap melaksanakan tugas.
“Syukuri kesejahteraan yang telah dianugerahkan negara dengan bekerja lebih baik dan profesional, serta jauhi segala bentuk pelanggaran,” pesannya.
Baca Juga: Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan 47 Ballpres di Perbatasan Belu
Pangdivif turut menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sebagai fondasi utama dalam mendukung keberhasilan tugas prajurit.
Menurutnya, dengan keluarga yang harmonis, prajurit diharapkan dapat menjalankan tugas dengan lebih fokus, tenang, dan optimal. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































