Ketua Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Lembaga KERIS) dr. Arief Yunan Priyoutomo menilai, TNI Angkatan Udara memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah udara Indonesia, khususnya di tengah dinamika global. Perang Rusia-Ukraina menunjukkan bahwa dominasi alutsista konvensional tidak lagi menjadi satu-satunya penentu. Di sisi lain, pengalaman Iran memperlihatkan bahwa tanpa kekuatan udara yang memadai, objek vital nasional rentan terhadap serangan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menginstruksikan jajaran pimpinan komandan satuan untuk mengubah paradigma operasi tempur menjadi lebih presisi. Perubahan ini menitikberatkan pada pemanfaatan data intelijen guna menjawab ketidakpastian situasi global yang semakin dinamis.
Universitas Pertahanan (Unhan) RI, sebagai institusi pendidikan strategis di bidang pertahanan, menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kompleksitas dinamika global.
TNI AL terus mematangkan strategi menghadapi era perang modern yang kian kompleks. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan, mengingatkan jajarannya untuk selalu waspada terhadap perubahan situasi dunia yang sangat cepat.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti situasi geopolitik dunia yang kian memanas belakangan ini. Khawatir akan pecahnya Perang Dunia Ketiga, SBY mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil langkah konkret dengan menggelar sidang darurat.
Dinamika lingkungan strategis, ke depan akan semakin kompleks. Imbasnya, berbagai potensi ancaman muncul seperti serangan siber hingga penggunaan pesawat tanpa awak.