HANKAM

KSAL Tekankan Transformasi Operasi Berbasis Intelijen untuk Hadapi Tantangan Global

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali dan Wakil KSAL Laksamana Madya Edwin saat apel komandan satuan tahun 2026 di Mabesal, Jakarta, Senin (4/5). (Dok. Foto: Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menginstruksikan jajaran pimpinan komandan satuan untuk mengubah paradigma operasi tempur menjadi lebih presisi. Perubahan ini menitikberatkan pada pemanfaatan data intelijen guna menjawab ketidakpastian situasi global yang semakin dinamis.

Instruksi tersebut mengemuka dalam apel komandan satuan tahun 2026 yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin (4/5). Agenda strategis ini melibatkan 533 perwira tinggi dan menengah dari berbagai satuan di seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: TNI AU-RAAF Perkuat Sinergi Intelijen dan Dialog Strategis lewat Air Intelligence Exchange

Ali menekankan pentingnya transisi pola operasi menuju intelligence-led operations atau operasi yang dipandu oleh data intelijen. Pendekatan ini menuntut akurasi informasi yang tinggi agar penggunaan sumber daya, terutama bahan bakar, menjadi lebih efektif dan efisien.

"Kita harus meninggalkan pola lama. Saat ini, setiap gerak operasi harus berlandaskan data intelijen yang kuat agar penggunaan anggaran dan logistik kita tepat sasaran serta memiliki dampak nyata bagi keamanan kedaulatan," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (5/5).

Menurutnya, penguasaan teknologi modern dan integrasi sistem menjadi harga mati bagi prajurit matra laut. Hal ini krusial untuk menghadapi dominasi teknologi dari kekuatan militer global yang terus berkembang pesat.

Selain urusan tempur, Ali juga mendorong implementasi konsep Green Naval Base atau pangkalan angkatan laut ramah lingkungan. Program ini mencakup upaya pelestarian ekosistem pesisir serta penggunaan energi yang lebih hemat di setiap fasilitas militer.

Baca Juga: Marinir Bidik Alutsista Canggih di AS, Kelanjutan Pengadaan AAV jadi Bahasan Utama

"Angkatan laut tidak hanya hadir untuk bertarung, tetapi juga harus berkontribusi pada kebijakan nasional seperti ketahanan pangan dan kelestarian alam melalui pemberdayaan wilayah pesisir," imbuhnya.

Melalui momentum apel komandan satuan tahun 2026 ini, seluruh pimpinan satuan diharapkan mampu menyatukan pola pikir untuk menjalankan tugas secara lebih adaptif dan profesional. Sinergi antarmatra serta kesiapan operasional tetap menjadi prioritas utama guna memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga di tengah fluktuasi tantangan zaman. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.