HANKAM

Pangdam XIV/Hsn Berangkatkan Satgas Tamalatea ke Papua

Satgas Pamtas Yonif 726/Tamalatea
Pemberangkatan Satgas Pamtas Yonif 726/Tamalatea yang digelar dalam upacara pemberangkatan, bertempat di lapangan Mako Yonif Raider 700/WYC. Sabtu (15/7). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Pamtas Batalyon Infanteri (Yonif) 726/Tml (Tamalatea) yang digelar dalam upacara pemberangkatan, bertempat di lapangan Mako Yonif Raider 700/WYC. Sabtu (15/7).

Yonif 726/Tml akan melaksanakan tugas sebagai Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Statis di Provinsi Papua di bawah kendali Komandan Batalyon (Danyon) dalam melaksanakan tugas menegakkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Operasi Amfibi dan Serbuan Mekanis Yontankfib 2 Marinir ke Pantai Banongan

Pangdam dalam pengarahannya mengatakan bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan tugas tidak tergantung pada siapa-siapa, akan tetapi tergantung pada semua khususnya pada prajurit yang melaksanakan tugas.

"Keberhasilan tugas bukan bergantung pada Pangdam, bukan tergantung kepada Danyon, bukan tergantung pada Danbrigif, tapi bergantung pada kita semua terutama pada kalian yang berangkat ke medan operasi, satu orang baik maka akan membawa nama baik satuan, dan satu orang jelek akan membawa nama jelek satuan,"kata Pangdam.

Selain itu, menurut Mayjen Totok bahwa salah satu faktor penentu keberhasilan tugas adalah dukungan dari seorang istri, karena istri sangat mempengaruhi tugas suami. Ia mengajak kepada Ibu-ibu Persit yang suaminya berangkat tugas untuk selalu membuat hati suami senang dan tidak membuat gundah, sehingga suami pun tenang dalam melaksanakan tugas.

Baca Juga: Pastikan Bentrok di Dogiyai Mereda, Panglima TNI: Tidak Ada Pasukan Tambahan

Orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini juga mengajak untuk menanamkan kebanggaan pada diri sendiri dengan mengimplementasikan 8 Wajib TNI dan Slogan 6K Di Hati Kita. Menurutnya, tugas adalah suatu kebanggaan dan kehormatan.

"Kehormatan bagi prajurit adalah segalanya," tegasnya.

Jenderal bintang dua ini pun berharap Yonif 726/Tml dapat melaksanakan tugas dengan optimal, dapat menimbulkan simpati dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan dapat menanamkan cinta NKRI serta melaksanakan pengamanan perbatasan dengan baik dan berhasil. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.