Pangdam V/ Brawijaya Minta Warga Laporkan Kalau Ada Radikalisme

Jakarta, IDM - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf meminta warga melaporkan jika ada radikalisme di wilayah Jawa Timur. Hal ini dikatakannya saat mengikuti acara sholawat Burdah bertemakan Doa Untuk Negeri yang digelar di Alun-Alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (15/5).
"Radikalisme merupakan suatu hal yang sangat berbahaya. Bila ada indikasi radikalisme di sekitar saja, jangan ragu untuk segera melaporkan," katanya
Pangdam juga memberi pesan menjaga Persatuan dan Kesatuan yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Baca Juga: Begini Cara Prajurit Yonranratfib 2 Marinir Tangani Ranpur Tenggelam
"Indonesia memiliki suku, agama dan ras serta aliran kepercayaan yang sangat ragam. Hal itu, sangat rentan terjadi perpecahan apabila kita tidak memperkuat Persatuan dan Kesatuan," kata Pangdam.
Jenderal jebolan Korps baret merah atau Kopassus itu menambahkan, adanya sholawat Burdah yang berlangsung saat ini menurutnya harus bisa dijadikan contoh maupun dasar utama jika demokrasi di Bondowoso sudah terwujud dengan baik.
Menjelang tahun politik tahun 2024 mendatang, kata Pangdam, Bondowoso harus bisa menjadi poros terciptanya pesta demokrasi yang jujur dan damai. Khususnya, dalam menghindari maupun mencegah terjadinya segala bentuk kerusuhan yang mungkin terjadi.
"Jangan percaya hoaks, jangan mau diadu domba. Kurangi fanatisme sempit yang membuat kita akhirnya berpikiran bahwa hanya kita saja yang benar," kata Pangdam. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































