HANKAM

Pangdam Mulawarman: Tangkap dan Perlakuan OPM Sesuai Prosedur Hukum

Pangdam Kodam VI/Mlw, Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo
Pangdam Kodam VI/Mlw, Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo memberikan pengarahan kepada Personil Satgas Yonif 614/Rjp yang akan melaksanakan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG di Cilodong, Jumat, (21/6). (Foto: Kodam VI/Mulawarman)

Jakarta, IDM – Panglima Kodam VI/Mlw, Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo mengingatkan prajuritnya yang bertugas di Papua untuk memperlakukan anggota/simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ditangkap atau dicurigai sesuai prosedur hukum.

"Prosedur gerakan prajurit di luar pos dalam hubungan kelompok harus diperhatiian, termasuk perlakuan jika menangkap masyarakat yang dicurigai sebagai simpatisan OPM maupun tertangkap tangan melakukan tindak pidana, harus disesuaikan dengan prosedur hukum," kata Pangdam saat memberikan pengarahan kepada Personil Satgas Yonif 614/Rjp yang akan melaksanakan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG di Cilodong, Jumat, (21/6).

Baca Juga: Wakil KSAU: Logistik Menjadi Komponen Penting yang Mendukung Kekuatan dan Kesiapan Operasional

Lebih lanjut Pangdam mengingatkan agar para Danpos tidak tergiur dengan banyaknya godaan yang bersifat negatif yang dapat menyebabkan kelengahan. Setiap pos wajib menjaga kesiapsiagaan karena pos akan selalu terlihat dan terpantau oleh musuh.

"Ketentuan masyarakat yang melaksanakan anjangsana ke Pos TNI harus disesuaikan prosedur pengamanan di pos, namun tidak mengabaikan sikap humanis. Kesiapsiagaan jaga Pos yang menjadi mata dan telinga anggota pos harus selalu terjaga," kata Pangdam.

Baca Juga: Dinas Psikologi TNI AL Ungkap 4 Cara Pencegahan Judi Online bagi Prajurit

Terakhir sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan Kewilayahan, kata Pangdam kegiatan teritorial dengan masyarakat juga menjadi poin penting. Para prajurit menurutnya harus bersikap baik-baik dengan masyarakat di sekitar pos dan setiap pos harus dapat menjadi bagian solusi atas kesulitan masyarakat di sekitar pos.

"Kuasai juga teknologi dan mampu mengkolaborasikan dengan taktik dan teknik TNI di lapangan," tutup Pangdam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.