Pangdam Jaya Berangkatkan Umroh Juara Babinsa Awards 2023

Jakarta, IDM - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan melepas Keberangkatan Umroh Juara Babinsa Awards 2023, bertempat di ruang tamu Pangdam Jaya Makodam Jaya. Jumat (8/9/2023).
Baca Juga: Puluhan Tank BMP-3F Andalan Korps Marinir Siap Tempur pada Operasi Amfibi SGS 2023
Hadiah umroh diberikan kepada 3 babinsa yang mendapatkan juara 1, 2 dan 3 Babinsa Awards 2023 beserta Istri di antaranya Sertu Hengki Nugroho Babinsa Depok Jaya Koramil 01/Pancoran Mas Kodim 0508/Depok dan Siti Salbiyah, Sertu Warsito Babinsa Kelurahan Kedaung Kaliangke Koramil 04/Cengkareng Kodim 0503/JB dan Eka Yuniawati serta Serda Sumono Babinsa Desa Gempolsari Koramil 10/Sepatan Kodim 0510/Trs dan Liza Azly.
Pangdam Jaya saat melepas keberangkatan umroh menyampaikan, ini sebuah prestasi yang patut di syukuri dengan memberikan apresiasi umroh yang rencana akan berangkat tanggal 10 September dan hari ini dilepas.
"Semoga selama menjalankan Ibadah berjalan dengan lancar, menjadikan lebih baik lagi dan semangat dalam ibadah. Doakan Kodam Jaya selalu lancar dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara maksimal dalam melaksanakan tugas," kata Pangdam. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































