Pangdam Baru Cenderawasih Tegaskan Komitmen Pembangunan Papua Berkelanjutan

Jakarta, IDM – Tongkat komando Kodam XVII/Cenderawasih kini resmi berada di tangan Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Sertijab yang digelar pada Kamis (2/4) berlangsung penuh khidmat, menandai awal kepemimpinan baru di wilayah strategis Papua.
Baca Juga: TNI AL Siapkan Taktik Lawan Swarm Drone hingga Senjata Laser
Momentum ini menjadi titik penting dalam memperkuat peran TNI tidak hanya sebagai penjaga stabilitas keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Pangdam menegaskan pendekatan humanis akan menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun Papua yang lebih sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya konsep Pentahelix, yaitu kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Baca Juga: KRI Canopus-936 Sandar di Nigeria, Selesaikan Etape II Pelayaran Menuju Indonesia
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua elemen harus bersatu agar Papua dapat maju secara menyeluruh,” ungkap Febriel.
Dengan semangat tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan positif di Tanah Papua.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































