OPM Tembak Mati Tiga Warga Sipil di Trans Papua, Koops TNI Habema Buru Pelaku

Jakarta, IDM – Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan, tiga warga sipil meninggal dunia setelah ditembak kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo) di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin (20/7).
Hal itu disampaikan Koops TNI Habema berdasarkan informasi awal dan pernyataan yang dipublikasikan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Korban terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Baca Juga: Siasati Pergeseran Modus Timah Ilegal, Kodaeral 3 Usul Satgas Khusus Jakarta-Banten
“Hingga saat ini, identitas lengkap dan kronologi kejadian masih dalam proses pendalaman oleh aparat yang berwenang,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (22/7).
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban.
“Kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Setiap masyarakat Papua berhak hidup dengan aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut,” ujar Wirya.
Baca Juga: Daftar Empat Perwira Remaja TNI-Polri Peraih Adhi Makayasa 2026
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menyelidiki, mengejar, dan melaksanakan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
“Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga,” kata Wirya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































