OPM Bunuh Tiga Warga Sipil di Trans Papua, Koops TNI Habema: Korban Dituduh Agen Intelijen

Jakarta, IDM – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyatakan, tiga warga sipil yang ditembak mati kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dituduh sebagai agen intelijen.
“Kelompok tersebut (OPM) menuduh ketiga korban sebagai agen intelijen yang bekerja sama dengan pihak militer,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/7).
Baca Juga: Panglima TNI: Perang Narasi Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini
Wirya menekankan bahwa tuduhan itu tidak benar. Ketiga korban merupakan warga sipil dan tidak memiliki keterlibatan maupun bekerja sama dengan TNI.
“Oleh karena itu, tuduhan yang disampaikan kepada para korban, kami nyatakan tidak benar,” ujar Wirya.
Kini, terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengejar dan menindak terhadap para pelaku sesuai ketentuan berlaku.
Baca Juga: SBY Bahas Dinamika Politik Global Dihadapan Perwira Seskoad
“Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga,” kata Wirya.
Diketahui, tiga warga sipil ditembak mati OPM di Jalan Trans Papua, Yahukimo, Senin (20/7). Korban terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































