HANKAM

Operasi Habema Memanas, TNI Tembak Mati 2 Anggota OPM di Kali Fis Yahukimo

Koops TNI Habema
Komando Operasi Khusus (Koops) TNI Habema. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Operasi evakuasi terhadap korban sipil di pedalaman Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah menjadi pertempuran sengit setelah pasukan Komando Operasi Khusus (Koops) TNI Habema diserang kelompok bersenjata yang diduga berasal dari OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.

Panglima Koops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, memastikan dua anggota kelompok tersebut tewas dalam baku tembak yang terjadi di kawasan Kali Fis, Sabtu (1/8).

Kontak senjata pecah ketika pasukan TNI berupaya melakukan penindakan terhadap kelompok yang sebelumnya diduga terlibat dalam pembunuhan warga sipil Papua.

"Pasukan Koops TNI Habema diberondong peluru tajam oleh 10 anggota OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka saat hendak menangkap mereka di wilayah Kali Fis," kata Mayjen Yudha.

Baca Juga: TNI Temukan Jenazah Korban Terakhir yang Ditembak OPM di Trans Papua

Menurutnya, kelompok tersebut menggunakan senjata api otomatis dan sebagian anggotanya mengenakan rompi antipeluru (body vest), sehingga pasukan TNI melakukan tindakan balasan sesuai situasi di lapangan.

Akibat baku tembak itu, dua anggota kelompok bersenjata dinyatakan tewas. Delapan anggota lainnya berhasil melarikan diri.

Mayjen Yudha mengungkapkan satu jenazah anggota kelompok bersenjata sempat dievakuasi oleh rekan-rekannya bersama senjata api dan rompi antipeluru yang dibawanya.

Sementara satu jenazah lainnya ditinggalkan di lokasi pertempuran.

"Salah satu jasad anggota OPM beserta body vest dan senjata api otomatis miliknya dibawa oleh delapan anggota lainnya dari lokasi pertempuran, sementara satu jasad rekannya ditinggalkan begitu saja," ujarnya.

Baca Juga: Deputi Geostrategi DPN: Papua Selatan jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Adapun kontak senjata terjadi tidak lama setelah pasukan Koops Habema berhasil mengevakuasi jasad Teina Alya, perempuan asli Papua yang menurut TNI menjadi korban penembakan dan kemudian jasadnya dilempar ke dalam jurang sedalam sekitar 50 meter di kawasan Kali Fis.

Karena kondisi medan yang ekstrem, personel TNI menggunakan teknik rappelling komando untuk menuruni dan mengangkat jenazah dari dasar lembah sambil tetap melakukan pengamanan terhadap potensi serangan kelompok bersenjata.

Operasi tersebut berlangsung di wilayah dengan medan pegunungan terjal, hutan lebat, serta jalur yang sulit dijangkau.
Jenazah Teina Alya kini telah berada di Rumah Sakit Dekai, Yahukimo, dan direncanakan akan dimakamkan secara adat oleh pihak keluarga.

Yudha pun memberikan apresiasi kepada seluruh personel Koops Habema yang dinilai berhasil menjalankan operasi evakuasi di tengah ancaman keamanan tinggi.

Ia menyebut para prajurit harus menembus hutan, menyeberangi sungai, hingga menghadapi medan pegunungan yang curam demi mengevakuasi korban sekaligus memburu kelompok bersenjata.

Baca Juga: Siswa Lintasi Tali Baja Viral, TNI AD: Jembatan Baru Sedang Dibangun

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa Pasukan Habema yang tak kenal lelah melangkah lebih dalam ke belantara rimba, menyeberang sungai serta menapak medan yang terjal dalam operasi evakuasi dan perburuan OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka," tegas Yudha.

Mayjen Yudha menilai berbagai aksi kekerasan hingga pembunuhan warga sipil, menunjukkan ancaman serius terhadap keamanan dan kemanusiaan di Papua.

Ia menegaskan TNI akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan masyarakat dan menindak kelompok bersenjata yang melakukan aksi kekerasan.

"Bersama rakyat Papua, masyarakat dan umat manusia dunia, TNI akan melawan dan menuntaskan kelompok separatis agar kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan dapat terwujud di Bumi Cenderawasih," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.