Operasi Badai Kasuari, Satgas TNI Temukan Senjata Caracal dan Amunisi di Maybrat

Jakarta, IDM – Operasi gabungan Satgas TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB berhasil mendapatkan satu pucuk senjata organik laras panjang merek Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Operasi ini berlangsung di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Dilansir dari keterangan Penkodam XVIII/Kasuari, Jumat (16/10), penemuan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan Badai Kasuari Satgas TNI untuk memperoleh seluruh senjata kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya.
Baca Juga: TNI AD Segel 120 Hektar Lahan Terbakar, Dugaan Sengaja Dibakar
"Hal ini merupakan lanjutan dari pendalaman informasi tentang keberadaan tentang posisi senjata yang selama ini digunakan oleh separatis tersebut untuk tindakan makar maupun aksi teror terhadap masyarakat Kabupaten Maybrat dan menghambat pembangunan pemerintah daerah," tulis keterangan Kodam XVIII/Kasuari.
Diharapkan dengan keberhasilan operasi ini, penumpasan kekuatan OPM, khususnya Kodap IV Sorong Raya, bisa menjamin keberlangsungan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maybrat dan Papua secara umum, serta menjaga integritas NKRI.
Baca Juga: Latihan Siber Bareng Angkatan Bersenjata Australia, TNI Bertindak sebagai Penyerang
Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat Indonesia Defense Magazine, jenis senjata Caracal yang ditemukan tersebut merupakan senjata rampasan OPM dari prajurit TNI pada Maret 2026 lalu.
Untuk diketahui, Caracal adalah senjata hasil produk kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia sendiri menggunakan senjata ini setelah PT Pindad dan Caracal International LLC bekerja sama melaksanakan produksi bersama berbagai senjata, di antaranya senapan serbu CAR 816 yang berbasis AR-15 untuk digunakan oleh pasukan khusus Indonesia. Pindad sendiri menyediakan komponen laras dan komponen lainnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































