Nelayan Temukan Mortir 60mm Buatan Korea di Banjarmasin

Jakarta, IDM - Beberapa waktu lalu, seorang nelayan di daerah Kuin Utara, Banjarmasin Utara menemukan munisi mortir 60mm buatan Korea.
Dilansir dari keterangan Penkodam VI/Mulawarman, Sabtu (13/9) temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Babinsa Kodim 1007/Banjarmasin, kemudian sampai ke Pangdam VI/Mulawarman.
Baca Juga: TNI Akan Dilibatkan dalam Pengamanan Tambang Ilegal
TNI pun gerak cepat mengerahkan personel dan berkat koordinasi yang solid di lapangan, temuan nelayan tersebut berhasil ditangani dengan aman pada hari itu juga, tanpa menimbulkan keresahan maupun korban.
"Pangdam VI/Mulawarman memerintahkan Detasemen Peralatan VI-02 Banjarmasin dan Denzipur 8/GM untuk turun ke lapangan," tulis keterangan Pendam VI/Mulawarman.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis di TNI AU, Salah Satunya Irjenau
Salah seorang tokoh masyarakat Kuin Utara menyampaikan, “Kami sangat bersyukur TNI segera turun tangan. Kami khawatir benda berbahaya itu bisa membahayakan nelayan maupun warga sekitar. Terima kasih kepada TNI yang selalu hadir untuk melindungi kami.”
Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali menegaskan bahwa TNI selalu hadir untuk melindungi rakyat dan menjaga rasa aman di wilayahnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































