Nama 6 Pati TNI AD yang Dimutasi Jadi Danrem

Jakarta, IDM - Tertanggal 24 Juli 2024 kemarin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk enam Perwira TNI AD menjadi Komandan Resor Militer (Danrem).
Total ada 256 perwira TNI dari tiga matra dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) yang terkena mutasi.
Baca Juga: TNI AU Siapkan Demo Udara Peringatan HUT ke-79 RI: Aksi JAT hingga Flypast Pesawat Tempur F-16
Berikut nama enam Pati TNI AD yang diangkat menjadi Danrem:
- Kolonel Inf Deni Gunawan dari Danrem 012/Tu (Meulaboh) Kodam IM menjadi Danrem 132/Tdl (Palu) Kodam XIII/Mdk
- Kolonel Czi Andy Setyawan dari Danpusdikzi Pusziad menjadi Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cen
- Kolonel Inf Ida I Dewa Agung Hadisaputra dari Pamen Ahli Bid. Ideologi Politik Sahli Pangdam IX/Udy menjadi Danrem 163/WSA (Denpasar) Kodam IX/Udy
- Kolonel Inf Enoh Solehudin dari Kadeplat Sesko TNI menjadi Danrem 152/Baabullah (Ternate) Kodam XVI/Ptm
- Kolonel Inf Hartono dari Paban V/Dukops Sopsad menjadi Danrem 142/Tatag (Pare-Pare) Kodam XIV/Hsn
- Kolonel Inf Danny Alkadrie dari Waasren Kaskogabwilhan III menjadi Danrem 084/BJ (Surabaya) Kodam V/Brw. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































