Nama 14 Prajurit TNI AD yang Dipecat Karena Mangkir dari Tugas

Jakarta, IDM - Senin, (19/6) kemarin Panglima Kodam I/BB Mayjen Achmad Daniel Chardin. Kodam I/BB resmi menggelar upacara pemecatan 14 prajurit tersebut di Markas Kodam I Bukit Barisan.
14 prajurit TNI yang dipecat ini lantaran desersi atau mangkir dari tugas. Prajurit ini ada yang berpangkat Prada hingga Serma.
Baca Juga: Diikuti Penerjun Profesional dan Mancanegara, TNI AU Gelar Bali Boogie Jump in Paradise 2023
Berikut nama 14 prajurit tersebut berdasarkan informasi dari Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian kepada detikSumut, Selasa (20/6).
- Serma Ramadhani Ba Kesdam I/BB.
- Sertu Hidayatullah Ba kodim 0322/siak.
- Serda Juli Salasa Ba Kodim 0303/Bengkalis.
- Serda Diwa Mulia Afrinda Ba Yonif 131/Brs
- Kopka Sumantri Ba Kodim 0322/Siak.
- Kopda Endis Eko Purnomo Ta Kodim 0322/Siak
- Kopda Engki Peprilo Ta Kodim 0306/50 Kota
- Pratu Anasdin Panggabean Ta Korem 033/WP
- Pratu Elia Syahputra Manullang Ta Kikav 6/RBT
- Pratu Ahmad Salim Ta Kikav 6/RBT
- Prada Chandra Nugraha Ta Kikav 6/RBT
- Prada Fikri Wahyuhanes Kendana Ta Kikav 6/RBT
- Prada Tedi Saf Ihsan Ta Kikav 6/RBT
- Prada Reno Sukma Wijaya Ta Yonkav 6/NK. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































