HANKAM

Multilateral Naval Exercise Komodo Kembali digelar, TNI AL Undang 56 Negara

TNI AL
TNI AL dan delegasi Angkatan Laut dari beberapa negara yang akan berpartisipasi dalam MNEK 2025. (IDM/Bunga Permata)

Jakarta, IDM – TNI AL akan menggelar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang kelima di Bali pada Februari 2025. Latihan ini akan menjadi yang terbesar dengan mengundang 56 negara, bertemakan 'Maritime Partnership for Peace and Stabillity'.

"Tema ini diambil oleh TNI AL karena merespon tantangan yang akan datang untuk mengatasi kegiatan atau mengantisipasi tentang maritime security, menghadapi tantangan bencana alam atau hal-hal yang bisa mempengaruhi stabilitas di perairan," kata Paban III opslat Kolonel Laut (P) Lukman Kharish saat Initial Planning Conference MNEK 2025 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (29/5).

Baca Juga: Perkuat Ideologi Pemersatu Bangsa, TNI AD bersama BPIP RI Gelar Seminar Kebangsaan

Lukman menjelaskan, TNI AL mengundang seluruh negara yang bersahabat dengan Indonesia. Bertambahnya jumlah delegasi menjadi 56 negara pada iterasi kali ini merupakan hasil dari diplomasi.

"Untuk undangan memang kita lebih banyak karena kita menyelenggarakan selama ini, Bapak KSAL melaksanakan diplomasi dan itu menghasilkan negara-negara yang lain memberikan kepercayaan kepada latihan yang kita selenggarakan. Sehingga, banyak antusias dan itu berefek juga kepada yang akan bergabung," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia telah empat kali melaksanakan MNEK. Pertama digelar pada 2014 di Batam, Kepulauan Riau. Kemudian pada 2016 di Padang, Sumatra Barat. Ketiga pada 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan yang keempat di Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2023.

Baca Juga: KSAU Dapat Pin ‘Gajah Mada’, Simbol Warga Kehormatan Puspomad

"Tujuan latihan ini meningkatkan dan memfasilitasi keterlibatan multilateral dengan berbagai mitra internasional. Dengan menggabungkan kekuatan laut dari berbagai bangsa, tujuan kami membina kerja sama, mempromosikan interoperabilitas dan memperkuat hubungan antara negara-negara yang berpartisipasi," pungkasnya.

Dalam konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari ini, seluruh delegasi duduk bersama merencanakan dan mempersiapkan skenario latihan termasuk jumlah personel maupun aset yang akan dilibatkan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.