HANKAM

MTF Commander Percayakan KRI Frans Kaisiepo-368 Gelar Pertemuan Strategis

KRI Frans Kaisiepo-368
Para personel Komite Kelima dari berbagai anggota negara PBB berada di atas KRI Frans Kaisiepo-368. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Maritime Task Force (MTF) Commander RADM Michael Busse dari Angkatan Laut Jerman, memberikan kepercayaan penuh kepada KRI Frans Kaisiepo-368 untuk menggelar pertemuan strategis dengan Komite Kelima di Port of Beirut, Lebanon, Sabtu (4/2).

Kepercayaan yang diberikan kepada KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai Satgas Unsur Perdamaian TNI AL ini dikarenakan kemampuan, performa unsur serta prajurit, dan keberhasilan dalam menyelesaikan setiap agenda satuan tugas MTF United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

KRI Frans Kaisiepo-368
(Foto: Dok. Dispenal)

Komite Kelima adalah satu komite yang ada di bawah Majelis Umum PBB. Komite ini bertanggung jawab atas urusan administrasi dan anggaran yang bertugas mempertimbangkan dan memberikan persetujuan hal-hal mendesak, terkait pendanaan misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Untuk menunjang tugas tersebut, Komite Kelima meninjau 12 operasi perdamaian PBB di seluruh dunia, termasuk MTF UNIFIL. Sebanyak 24 personel Komite Kelima yang berasal dari berbagai negara anggota PBB mengunjungi KRI Frans Kaisiepo-368, termasuk Chief of Staff (COS) MTF, Kolonel Laut (P) Ludfy beserta staf.

KRI Frans Kaisiepo-368
(Foto: Dok. Dispenal)

"Pertemuan ini penting untuk menyampaikan urgensi keberadaan MTF, berbagai capaian yang berhasil diraih serta program-program prioritas untuk mengakselerasi keberhasilan tugas yang dimandatkan PBB," kata Michael dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (8/2).

Di kesempatan yang sama, Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, mengatakan keterlibatan dalam MTF adalah implementasi dari amanat konstitusi untuk turut memelihara ketertiban dunia.

Baca: Rusia: Keterlibatan NATO Picu Eskalasi Konflik

"Misi tersebut juga wujud diplomasi militer yang memiliki tujuan confidence building measure, preventive diplomacy, defence capacity, dan security enhancement," ujar John yang juga selaku Dansatgas.

Hal itu, lanjut John, menjadi semangat bagi Satgas Unsur Perdamaian TNI AL untuk menyambut kepercayaan yang diberikan MTF Commander dengan performa optimal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.