Momen Pangkostrad Nostalgia dengan Prajurit di Grup 1 Kopassus

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ibu Eka M. Saleh Mustafa mengunjungi Grup 1 Kopassus bertempat di Markas Grup 1 Kopassus, Serang, Banten, Selasa (16/1/2024).
Setibanya di Markas Grup 1 Kopassus, Pangkostrad disambut oleh Komandan Grup 1 Kopassus Kolonel Inf Irfan Amir dilanjutkan mengelilingi pangkalan yang dulu pernah ditempati Pangkostrad yang pada saat itu menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassus pada tahun 2012.
Baca Juga: Manfaatkan Lahan Tidur Seluas 3,1 Hektare, Puspenerbad Tanami Tanaman Produktif
Dalam kunjungan ini, Pangkostrad bernostalgia dan berinteraksi dengan mantan anggota yang dulu pernah melaksanakan tugas operasi bersama. Selain itu, Pangkostrad seperti biasa melaksanakan olahraga sepak bola bersama prajurit dan pejabat utama Grup 1 Kopassus.Tidak hanya Pangkostrad, Irkostrad, Pangdivif 1 Kostrad, Asops Kaskostrad dan para pejabat Grup 1 Kopassus juga mengikuti olahraga sepak bola ini. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































