Momen KSAU Sematkan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada Menhan Prabowo

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menghadiri upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Senin (15/8).
Pada kesempatan yang sama, KSAU menyematkan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada Menhan Prabowo.
Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan oleh pemerintah untuk menghormati seorang prajurit atas jasanya yang luar biasa terhadap kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Penyematan tanda kehormatan kepada Menhan Prabowo sebelumnya diawali dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Bintang Yudha Dharma Utama merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh pemerintah untuk menghormati jasa darmabakti seseorang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara.
Penganugerahan Bintang Yudha Dharma Utama didasari oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13/Tk/Tahun 2022. (yas)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































