Momen KSAD Bertemu Putri Ariani Penerima Golden Buzzer di America's Got Talent

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman bertemu penyanyi Putri Ariani yang baru saja mendapatkan Golden Buzzer di America's Got Talent.
Pada momen tersebut KSAD terlihat sangat akrab dengan Putri Ariani. Dilansir dari YouTube @BangBadarSubur, Selasa, (13/6) terlihat Putri asik menghitung bintang di pundak Jenderal Dudung.
Baca Juga: Sertijab Danpuspomal, KSAL Minta Penegakan Hukum Tidak Pandang Bulu
"Satu.. Dua.." kata Putri sambil meraba pundak kiri Dudung.
"Satu,, dua,, tiga,, empat,," katanya sambil tersenyum.
Putri juga kemudian menanyakan kenapa tentara selalu mengatakan 'siap-siap'.
"Pak kenapa tentara selalu siap-siap," tanya Putri.
Baca Juga: Koarmada II dan Angkatan Laut Thailand Bahas Persiapan Sea Phase Sea Garuda 2023
"Tentara selalu siap-siap karena 24 jam selalu siap untuk berbakti kepada negara dan bangsa," jawab Jenderal Dudung tertawa.
Putri kembali berbincang-bincang sekaligus meminta izin untuk menyanyikan lagu bagi hadirin di lokasi tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































