Momen Jenderal Bintang Dua Beri Contoh Teknik Menembak Sniper ke Prajurit

Jakarta, IDM – Sebuah momen tergambar saat Panglima Divisi 3 Kostrad (Pangdivif 3), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko meninjau langsung pelaksanaan Latihan Dalam Satuan (LDS) menembak Sniper yang dilaksanakan di Desa Ara, Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (19/6).
Saat itu nampak Nawoko langsung memberikan contoh teknik menembak sniper secara nyata di hadapan para peserta latihan.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Dampingi Presiden Prabowo Saat Berikan Penghormatan Jutaan Korban PD II yang Gugur
Dalam unggahan video yang dibagikan Penerangan Divif 3, Jumat (20/6) terlihat ia menggunakan senjata dengan Accuracy International Arctic Warfare (AW 7,62).

"Kali ini saya mencoba sniper jarak 600 pada medan curam menggunakan AW 7,62," kata Nawoko.
Baca Juga: TNI Siap Kerahkan Tim CRT Dukung Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik Iran dan Israel

Ia lalu perlahan-lahan memasukan peluru, mengatur posisi dan mulai menembak. Total ada lima peluru yang ditembakkannya, dan semuanya tepat sasaran. Keberhasilan ini langsung disambut tepuk tangan dari para prajurit.
"Ini sniper AW milik kita, lima butir peluru, lima sasaran torso tumbang pada jarak 600 meter," kata Nawoko. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































