Modus WNA India Selundupkan Serbuk Emas Rp2,9 M di Tubuh Kandas oleh TNI AL

Jakarta, IDM – Petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan serbuk emas bernilai miliaran rupiah di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/10). Pelaku merupakan seorang warga negara asing yang menyembunyikan barang haram tersebut di dalam tubuhnya.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan menyatakan, kasus ini terbongkar berkat kerja sama pengamanan antara jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dan kantor pengawasan serta pelayanan Bea dan Cukai.
Baca Juga: KSAD Rapat dengan Pangdam, Evaluasi KDKMP dan Perekrutan Calon Prajurit
"Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terhadap seorang calon penumpang pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH-870 rute Surabaya tujuan Kuala Lumpur, Malaysia," ujar Henoch, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (27/10).
Petugas mengamankan pelaku berinisial MM (31), seorang warga negara India yang melancarkan aksi nekat untuk mengelabui pemeriksaan keamanan bandara. Petugas kemudian membawa pelaku ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rontgen setelah gerak-geriknya mencurigakan. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya tiga benda asing di dalam tubuh pelaku.
Berdasarkan hasil penimbangan dan pengujian laboratorium, serbuk emas tersebut memiliki kadar kemurnian mencapai 99,5 persen atau setara 23,88 karat. Berat bersih serbuk emas ilegal itu tercatat mencapai 1.144,18 gram dengan estimasi nilai taksiran menyentuh angka Rp2.917.659.000.

Pelaku mengemas serbuk emas tersebut ke dalam tiga buah kondom sebelum menyelundupkannya ke dalam tubuh. Praktik ilegal ini melanggar ketentuan Pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan karena mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean.
Penindakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberantas segala bentuk kejahatan penyelundupan lintas negara yang merugikan keuangan negara.
Baca Juga: TNI Siapkan 180 Personel untuk Emban Misi Perdamaian di Afrika Tengah
"TNI AL akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh unsur pengamanan terkait untuk menjaga keamanan objek vital nasional dari segala bentuk pelanggaran hukum," tegas Henoch.
Selanjutnya, petugas menyerahkan penanganan perkara beserta tersangka kepada pihak Bea Cukai yang berkoordinasi langsung dengan Polresta Sidoarjo serta kantor imigrasi di Juanda untuk proses hukum lanjutan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































