Modernisasi Sistem Pertahanan Udara Nasional, KSAU Lakukan Groundbreaking Satrad Takalar

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono melakukan groundbreaking pembangunan Satuan Radar (Satrad) Takalar di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (10/1).
Satuan Radar Takalar, kata Tonny, memiliki peran strategis dalam mendeteksi pesawat yang melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), khususnya di wilayah ALKI 2.
Baca Juga: Menhan Sjafrie: Pusdiklatpassus Akan Bangun Fasilitas Latihan Pertempuran Kota Multidimensi
"Area cakupan radar ini mencakup perairan Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok dan Laut Sulawesi," lanjut Marsekal TNI Tonny dikutip dari keterangan Dispenau, Sabtu (11/1).

Pembangunan satuan radar baru ini menjadi bagian dari modernisasi sistem pertahanan udara sekaligus untuk memperluas cakupan pemantauan wilayah udara nasional.
Baca Juga: Jaga Kekompakan di Medan Operasi, Marinir Latih Kemampuan Tempur “Raid”
Secara umum, TNI Angkatan Udara (TNI AU) disebut KSAU akan menerima 25 unit radar. "Sebanyak 12 radar akan menggantikan radar existing, sedangkan 13 radar lainnya akan ditempatkan di lokasi baru, salah satunya di Kabupaten Takalar," pungkas dia. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































