Meriam KRI Prabu Siliwangi-321 Diuji Tembak Perdana di Perairan Italia

Jakarta, IDM – Dentuman meriam menggelegar dari kapal perang terbaru TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 di perairan Italia, Kamis (22/1). Kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ini sukses melaksanakan penembakan pertama menggunakan meriam utama Sovraponte 76 mm.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan uji tembak ini merupakan bagian krusial dari tahapan sea going lanjutan sebelum kapal berlayar ke Indonesia.
"KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan uji coba structural firing. Kami ingin memastikan integrasi sistem senjata berjalan mulus serta seluruh aspek mekanis dan elektrikal berfungsi sesuai spesifikasi teknis," jelas Tunggul dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (23/1).
Baca Juga: Monumen Rudal Raiper, Perkuat Sejarah Militer Kota Cimahi
Apa Itu Structural Firing?
Istilah structural firing mungkin terdengar asing. Tunggul memaparkan, tes ini bukan sekadar soal menembak target. Fokus utamanya adalah menguji "kekuatan badan" kapal saat menerima hentakan senjata.
Saat meriam memuntahkan peluru, terjadi getaran dan tekanan hebat (recoil). Tim teknis mengamati apakah struktur geladak kapal tetap stabil, tidak retak, dan mampu meredam getaran tersebut. Hal ini vital untuk menjamin keselamatan awak dan efektivitas kapal saat pertempuran sesungguhnya.

"Penembakan perdana ini menjadi momen penting. Kami mengamati getaran, respons struktur, serta stabilitas platform senjata secara menyeluruh guna menjamin keselamatan operasional di masa mendatang," tambah Tunggul.
Spesifikasi Meriam Sovraponte 76
Meriam yang diuji coba adalah jenis 76/62 Sovraponte buatan pabrikan Leonardo (OTO Melara), Italia. Senjata ini dikenal canggih karena desainnya yang stealth (siluman) dengan bentuk kubah yang meminimalkan pantulan radar musuh.
Baca Juga: Ikuti Perkembangan Iptek, TNI AU Bahas Revisi Kurikulum Semaba PK dan Semata PK
Keunggulan utama varian Sovraponte adalah bobotnya yang lebih ringan dan tidak memakan banyak ruang di bawah geladak (non-penetrating deck). Meriam ini mampu memuntahkan sekitar 120 butir peluru per menit dengan jangkauan efektif mencapai 16 kilometer untuk target permukaan dan udara.
Siap Hadapi Kondisi Darurat
Tak hanya menjajal senjata, para prajurit TNI AL di Laut Mediterania juga melakukan uji coba peran sekoci. Mereka melatih kecepatan dan ketepatan dalam menurunkan sekoci penyelamat ke laut.

"Selain structural firing, prajurit juga melaksanakan uji coba peran sekoci. Ini untuk menguji kesiapan sistem penurunan sekaligus meningkatkan keterampilan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat," tegas Tunggul.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian uji coba ini selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali agar setiap alutsista baru benar-benar siap tempur menjaga kedaulatan perairan nasional.
Rangkaian Uji Coba Panjang di Italia
Sebelum sukses menembakkan meriam, KRI Prabu Siliwangi-321 telah melewati serangkaian tes ketat di Italia. Pada Rabu (14/1) lalu, kapal ini menjalani uji pelayaran lanjutan dari galangan Fincantieri.
Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, memimpin langsung pengecekan sistem pendorongan, kemudi, navigasi, hingga komunikasi antar pos tempur.
Saat itu, kru kapal baru melakukan pemeriksaan awal terhadap komponen mekanis meriam 76 mm dan 127 mm tanpa menembakkan amunisi. Kini, dengan suksesnya uji tembak langsung, KRI Prabu Siliwangi-321 selangkah lebih dekat untuk resmi memperkuat armada tempur TNI AL.
"Hasil pengujian ini akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum kapal memasuki tahapan kesiapan operasional berikutnya," pungkas pernyataan resmi TNI AL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































