Menyongsong Kekuatan Angkut Modern TNI AU, Unit Pertama Super Hercules C-130J Tiba Awal Maret 2023

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengonfirmasi jika TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan diperkuat dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru, yakni pesawat Super Hercules C-130J.
Dalam kesempatan ramah tamah Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) dengan awak media di Jakarta, Selasa (22/2), Indan menjelaskan, kekuatan angkut modern tersebut akan datang ke Indonesia dan resmi bergabung dengan jajaran alutsista milik TNI AU pada awal Maret 2023.
"Ini saya kira satu lompatan yang cukup besar. Kita (TNI AU) bisa mengoperasikan dalam waktu dekat Hercules dengan tipe J. Saat ini sedang proses, nanti tanggal 28 Februari ini, minggu depan, pesawatnya akan diberangkatkan langsung dari pabriknya Lockheed Martin di Marietta, Georgia, Amerika,” ungkap Indan.

“Kemudian, (pesawat) diperkirakan akan tiba di Jakarta tanggal 6 Maret 2023,”tambahnya.
Dikatakan Kadispenau, Indonesia memesan sebanyak lima unit pesawat Super Hercules C-130J yang mekanisme kedatangannya akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini hingga Januari 2024.
“Ini adalah bagian dari pengiriman awal Super Hercules. Kemudian, kedatangan berikutnya direncanakan pada bulan Juni, Juli, Oktober. Kemudian, terakhir nanti Januari tahun depan, akan datang yang kelima,” tambahnya.
Pengiriman pesawat dari AS menuju Indonesia akan dilakukan dengan mekanisme ferry flight, di mana Indan mengungkapan tiga awak pesawat TNI AU juga akan ikut dalam penerbangan tersebut. “Kemudian akan ada tiga awak pesawat yang ikut dalam penerbangan ferry tersebut dari Georgia menuju ke Jakarta,” jelasnya.
Baca: Kerahkan Helikopter Super Puma dan Kopasgat, TNI AU Berhasil Evakuasi Kapolda Jambi
Nantinya, pesawat Super Hercules C-130J yang terbaru ini akan dioperasikan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. TNI AU sendiri diketahui memiliki tiga skadron udara yang mengoperasikan pesawat hercules yakni Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh (Malang), dan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin (Makassar).
Untuk itu, kedatangan pesawat Super Hercules terbaru ini menjadi angin segar bagi TNI AU lantaran dapat menambah kekuatan angkutnya. “Dengan kedatangan lima pesawat Hercules tipe J ini akan banyak memenuhi kebutuhan kita (TNI AU) akan transportasi berat, baik transportasi personel maupun kargo,” tutup Kadispenau. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































