Menuju Darwin, 5 Pesawat T-50i TNI AU Siap Ikuti Pitch Black 2026

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan kembali menunjukkan profesionalisme dan kapabilitas penerbangnya melalui keikutsertaan dalam latihan udara multinasional Pitch Black 2026 yang digelar di Darwin, Australia, pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, TNI AU mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 sebagai bagian dari kontingen Indonesia. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU untuk terus meningkatkan kesiapan operasional sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat.
Pitch Black merupakan salah satu latihan matra udara terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang mempertemukan berbagai angkatan udara dalam skenario operasi udara gabungan yang kompleks dan realistis dan digelar oleh Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF).
Selain lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle, kontingen TNI AU juga diperkuat oleh 95 personel. Seluruh kontingen diberangkatkan menuju Darwin dengan dukungan pesawat angkut C-130 Hercules. Sebelum tiba di Australia, rombongan dijadwalkan transit selama satu malam di Lanud El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebelum melanjutkan penerbangan ke Darwin.

Menjelang keberangkatan, Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto mewakili Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo memimpin apel pemberangkatan kontingen di Apron Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Rabu (15/7).
Dalam amanat tertulis yang dibacakan Pangkoopsau, Pangkoopsudnas menegaskan bahwa keikutsertaan TNI AU dalam Pitch Black 2026 memiliki arti penting dan strategis. Latihan tersebut menjadi sarana untuk membangun kapasitas dan kesiapan TNI AU dalam melaksanakan operasi udara secara terpadu, adaptif, serta mampu bekerja sama dengan angkatan udara negara lain dalam berbagai mandala operasi.
Baca Juga: Jaga Perbatasan RI-Malaysia, 2 Kapal Perang TNI AL Tempel Pesawat TNI AU
"Manfaatkan kesempatan latihan ini untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, memahami perkembangan konsep operasi udara modern, serta membawa pulang berbagai pembelajaran yang dapat menjadi masukan berharga bagi peningkatan kemampuan TNI Angkatan Udara di masa mendatang," pesan Pangkoopsudnas.
Selain itu, ia menekankan agar seluruh peserta melaksanakan setiap rangkaian latihan dengan penuh disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab. Ia juga meminta personel aktif membangun kerja sama dengan seluruh peserta latihan, menjunjung tinggi etika militer, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta senantiasa menjaga nama baik TNI Angkatan Udara selama mengikuti Pitch Black 2026.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































