Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Terima Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Dubes Amerika Serikat untuk ASEAN, Yohannes Abraham di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (14/3).
Pada pertemuan tersebut, Prabowo dan Yohannes membahas upaya kolaboratif pada wadah ASEAN Defense Ministers Meeting Plus (ADMM-Plus) Experts Working Group on Military Medicine (EWG on MM) juga gagasan terkait pertahanan.
Baca Juga: KRI Diponegoro Adu Manuver dengan Fregat Italia ITS Carlo Bergamini di Laut Mediterania
“Saya yakin dukungan yang berkelanjutan dari satu sama lain akan memberikan kontribusi besar dalam memperkuat ikatan dan kerja sama kita di bawah kerangka ADMM dan ADMM-Plus ke depan,” ujar Prabowo.
Seperti diketahui, Indonesia merupakan country coordinator ASEAN-US relationship sampai dengan pertengahan tahun 2024, sehingga dukungan Indonesia atas proposal untuk menjadi co host Gender Advisor Workshop sangat diharapkan oleh AS.
Baca Juga: Cerita Peacekeepers TNI di Lebanon selama Perang Palestina-Israel
Selain itu, Menhan juga menyampaikan kembali penghargaannya atas keterlibatan dan kontribusi Amerika dalam memelihara perdamaian, kemakmuran dan keamanan kawasan. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































