Menhan Sjafrie Ungkap Tawaran AS, Indonesia Dijadikan Pusat Harwat Pesawat Hercules di Asia

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa Indonesia ditawari Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pusat pemeliharaan dan perawatan (harwat) pesawat angkut Hercules C-130.
Hal ini diungkapkan Menhan Sjafrie saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Baca Juga: Soal Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: AS akan Ikuti Aturan Kita
Tawaran itu disampaikan Menteri Perang AS AS Peter Brian Hegseth saat menerima kunjungan Sjafrie di Pentagon, Washington D.C., AS, pada 13 April 2026.
“Dia (Pete Hegseth) menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN, dia menawarkan, ‘bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami’,” kata Sjafrie.
Namun, Sjafrie saat itu belum bisa menerima tawaran langsung karena harus berbicara dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya lapor Bapak Presiden, kasih (Bandara) Kertajati (untuk harwat Hercules). Kita sedang bekerja untuk itu,” ujar Sjafrie.
Dalam pertemuan terakhir dengan Hegseth di Pentagon, Sjafrie menandatangani kerja sama pertahanan yang dituangkan dalam Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
Baca Juga: KSAL Lantik Komandan STTAL Baru, Ini Daftar Lengkap Mutasi Strategis TNI AL
“Tapi apa isinya? Modernisasi militer dan tidak lagi bicara peralatan militer. Saya kira Bapak-Bapak dengar, sekarang tidak lagi bicara peralatan militer,” tutur Sjafrie.
Diketahui, Indonesia telah membeli lima unit C-130J Super Hercules produksi Lockheed Martin, AS. Kelima pesawat tersebut sudah tiba di Indonesia untuk memperkuat Skadron Udara 31 Wing I Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































