HANKAM

Menhan Sjafrie Siapkan Pasukan Perdamaian PBB, TNI Bangun Struktur Kekuatan Baru

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mempersiapkan pembentukan Pasukan Pemelihara Perdamaian untuk penugasan di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Gaza, Palestina.

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengar pendapat secara tertutup bersama Komisi I DPR dan TNI.

Menhan Sjafrie menjelaskan Presiden RI Prabowo Subianto telah mengeluarkan perintah persiapan bagi pengerahan pasukan tersebut.

Baca Juga: TNI AD akan Bangun Gudang Logistik Militer, Ini Lokasinya

“Kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasukan ini secara substansi dipersiapkan oleh Panglima TNI, namun spesifikasi penugasan akan diberdayakan untuk kebutuhan kemanusiaan dan rehabilitasi konstruksi yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Selain menyiapkan personel, pemerintah juga memperkuat pembangunan struktur dan sarana pendukung di tingkat batalion di pelbagai wilayah Indonesia.

Sjafrie menegaskan langkah ini merupakan bagian dari pembangunan kekuatan pertahanan nasional.

Ia juga menyambut baik respons positif dari anggota Komisi I DPR yang mendukung langkah pemerintah.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan publik dan peran kontrol sosial dari DPR.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut TNI Siap Jaga Industri Strategis Nasional

“Kami mengharapkan bahwa kritik konstruktif dari Komisi I tetap intensif, agar tugas yang diberikan dapat berjalan dengan pengendalian dan pengawasan sosial yang memadai,” tambahnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut pihaknya tengah menyiapkan struktur pasukan dan melakukan proses seleksi personel kontingen.

“Rencananya pasukan ini akan dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal (Jenderal Bintang Tiga). Di bawahnya terdapat tiga Brigade Komposit,” kata Jenderal Agus.

Setiap Brigade Komposit akan dilengkapi beberapa batalion pendukung, yakni Batalion Kesehatan, Batalion Zeni Konstruksi, Batalion Bantuan dan Batalion Bantuan Mekanis.

Baca Juga: Depohar 10 dan PTDI Bahas Percepatan Restorasi Pesawat CN-235 A-2305

Guna memperkuat kemampuan mobilitas dan dukungan operasi, Agus menyebut TNI menyiapkan unsur udara berupa helikopter dan pesawat angkut C-130 Hercules.

Dari unsur laut, dua kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut serta helikopter yang berada di kapal tersebut juga tengah dipersiapkan.

Persiapan ini menandai salah satu komitmen Indonesia dalam memperkuat kontribusi terhadap misi perdamaian dunia serta mempertegas peran aktif negara dalam operasi kemanusiaan internasional di bawah komando PBB. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.