HANKAM

Menhan Sjafrie Sebut TNI Siap Jaga Industri Strategis Nasional

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pernyataan di depan awak media usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI, Senin (24/11). (Foto: Dok. Tim Media Menhan SS)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memberikan tugas menjaga daerah-daerah vital seperti industri kilang minyak.

Menhan Sjafrie mengungkapkan hal tersebut saat konferensi pers usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Komplek DPR Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).

“Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,” ujar Menhan Sjafrie.

Baca Juga: TNI AL Prioritaskan Prajurit Kesehatan untuk Misi Kemanusiaan di Gaza

Menhan Sjafrie melanjutkan, pelaksanaan tugas tersebut akan dimulai pada Desember dengan menugaskan pasukan-pasukan dari TNI AD dan akan dipantau Badan Intelijen Strategis (BAIS).

“Untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial, yang mungkin muncul, sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,” jelasnya.

Pertahanan negara, lanjut Menhan Sjafrie, adalah mutlak untuk menjaga kedaulatan negara serta stabilitas nasional guna mendukung pembangunan ekonomi.

Baca Juga: Depohar 10 dan PTDI Bahas Percepatan Restorasi Pesawat CN-235 A-2305

Untuk itu, penugasan menjaga industri strategis tidak dimaksudkan pada kebutuhan ambisi teritorial, tetapi semata-mata menyelamatkan kepentingan nasional.

Industri strategis tersebut, menurut Menhan Sjafrie mempunyai pengaruh signifikan terhadap kedaulatan negara dan memerlukan perhatian bersama.

“Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina. Ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” ucap Menhan Sjafrie. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.