HANKAM

Menhan Sjafrie Pimpin Pemakaman Militer Juwono Sudarsono di TMP Kalibata

Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Dok. Menhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung upacara pemakaman Menhan RI periode 2004-2009, Juwono Sudarsono dengan prosesi militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Minggu (29/3).

Pada tahun 2025, Juwono dianugerahi tanda kehormatan tertinggi Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto.

Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi sekaligus birokrat yang mengabdikan diri dalam berbagai posisi strategis.

Baca Juga: Rahasia ABK ‘Gen Z’ Cepat Jinakkan Teknologi Canggih KRI Prabu Siliwangi

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono, menjadikan kiprahnya sebagai bagian penting dalam sejarah pertahanan Indonesia.

Relasi Juwono Sudarsono dengan Sjafrie Sjamsoeddin

Dilansir dari berbagai sumber, kedua sosok tersebut telah bekerja sama dalam struktur Kementerian Pertahanan. Saat itu, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2004–2009, sementara Sjafrie menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (2005–2010), sehingga Sjafrie berada langsung di bawah koordinasi Juwono.

Juwono sebagai Menteri Pertahanan adalah pimpinan politik, sementara Sjafrie sebagai Sekjen adalah pejabat karier yang menjalankan fungsi administratif dan koordinasi internal.

Mereka bekerja sama dalam merumuskan kebijakan pertahanan, terutama terkait modernisasi TNI dan hubungan internasional.

Baca Juga: Cerita Prajurit KRI Prabu Siliwangi Tentukan Waktu Sahur saat Lintasi 5 Zona Waktu

Setelah Juwono selesai menjabat (2009), Sjafrie tetap melanjutkan peran di Kemenhan hingga kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan (2010–2014).

Dalam amanat Apel Persada, Menhan Sjafrie menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi Juwono.

“Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua,” ujar Menhan Sjafrie dilansir dari laman Kemhan.go.id.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.