HANKAM

Cerita Prajurit KRI Prabu Siliwangi Tentukan Waktu Sahur saat Lintasi 5 Zona Waktu

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja
Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (26/3) menceritakan pengalaman unik menjalani ibadah puasa bersama anak buahnya saat berlayar melintasi 5 zona waktu. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Menjalankan ibadah puasa di daratan mungkin hal biasa, namun bagi prajurit KRI Prabu Siliwangi-321, Ramadan tahun ini menjadi ujian fisik sekaligus spiritual yang tak terlupakan. Di tengah gempuran ombak samudra, mereka harus beradaptasi dengan perubahan waktu yang terus bergeser selama pelayaran dari Italia menuju Indonesia.

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, menceritakan keunikan rutinitas anak buahnya selama di laut. Tantangan terberat bukan hanya soal menahan lapar di tengah tugas negara, melainkan menentukan kapan waktu sahur dan berbuka yang tepat.

Update Jadwal Sahur Tiap Malam

Selama melintasi samudra, kapal perang ini melewati sedikitnya lima zona waktu berbeda. Perbedaan waktu dengan Indonesia terus berubah, mulai dari selisih 7 jam hingga akhirnya menyamai zona waktu tanah air.

Baca Juga: Airbus: Indonesia Pelajari Integrasi Pemadam Kebakaran Pesawat A400M

"Setiap hari waktu salat berubah karena melewati zona waktu yang berubah-ubah ini. Kami harus meng-update perubahan jadwal sahur setiap saat," ungkap Kurniawan saat di Jakarta, Kamis (26/3).

Kondisi ini membuat suasana di atas kapal sangat dinamis. Jika di darat waktu sahur cenderung statis, para prajurit KRI Prabu Siliwangi-321 pernah harus bangun sahur saat jam menunjukkan pukul 03.40 waktu setempat, padahal di Indonesia warga masih terlelap.

Gema Sahur ala 'Masjid Kampung'

Meski berada ribuan mil dari rumah, tradisi Ramadan tetap terjaga. Setiap malam, petugas di kapal memberikan pengumuman melalui pengeras suara untuk membangunkan prajurit yang akan bersantap sahur.

Baca Juga: Airbus A400M Unit Kedua Pesanan Indonesia Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma

"Kita umumkan tiap malam untuk membangunkan anak buah, seperti layaknya di masjid-masjid kampung di Indonesia," kenang Kurniawan.

Tak hanya sahur, rutinitas salat Tarawih berjamaah pun tetap terlaksana secara maksimal di sela-sela tugas mengawaki kapal. Semangat beribadah para prajurit tidak luntur meskipun secara hukum agama mereka masuk dalam kategori musafir karena menempuh perjalanan jauh.

Salat Idulfitri di Atas Geladak

Puncak perjuangan spiritual ini terjadi saat seluruh prajurit menggelar salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di atas geladak kapal, Sabtu (21/3). Di tengah luasnya Samudra Hindia, mereka melaksanakan ibadah secara berjamaah dengan penuh kekhusyukan di tengah keterbatasan ruang.

Baca Juga: Pertama dalam 30 Tahun! KRI Prabu Siliwangi Taklukkan Samudra Atlantik-Hindia di Afrika Selatan

Momen lebaran di tengah penugasan ini menjadi penguat semangat kebersamaan dan pengabdian bagi para pengawak. Kurniawan menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah ini membuktikan prajurit tetap menjunjung tinggi nilai spiritual dan profesionalisme di mana pun mereka bertugas.

Resmi Perkuat Koarmada II Surabaya

Kini, perjalanan panjang tersebut telah tuntas. Usai singgah singkat di Jakarta, KRI Prabu Siliwangi-321 dilaporkan telah tiba di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi (29/3). Kapal ini terpantau sudah bersandar berdampingan dengan kapal pertama di kelasnya, KRI Brawijaya-320.

Kedatangan unit tempur terbaru ini resmi memperkuat jajaran kapal kombatan di Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada (Koarmada) II. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.