HANKAM

Menhan Sjafrie Paparkan Konsep Sishankamrata dan Pembentukan Yon TP ke DPRD Seluruh Indonesia

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).

Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya pemahaman serta komitmen terhadap konstitusi dan kepentingan nasional.

Baca Juga: Usai Taklukkan Colombo, KRI Bima Suci Lanjut Etape ke-4 Kelilingi Benua Asia

Sjafrie menjelaskan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan dasar negara yang menjadi pedoman utama, termasuk bagi TNI dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang berlandaskan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), sebagaimana diamanatkan Pasal 30 UUD 1945.

“Sistem pertahanan Indonesia menganut prinsip defensif aktif, yakni tidak bersifat ofensif maupun ekspansif, melainkan berfokus pada upaya menjaga dan mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman,” kata Sjafrie, sebagaimana dikutip dari siaran pers Biro Infohan Kemhan RI.

Sjafrie melanjutkan, dalam rangka memperkuat pertahanan di tingkat daerah, pemerintah memproyeksikan pembentukan satu Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di setiap kabupaten/kota.

Sjafrie berharap, kehadiran Yonif TP tidak hanya mendukung operasional pertahanan, tetapi juga mampu membantu operasional di daerah dan memberdayakan program-program pemerintah daerah.

Baca Juga: Insiden di Kampung Kembru Papua Tengah Sasar Warga Sipil, TNI Jelaskan Dua Kejadian Berbeda

“Saya hanya ingin fokus kepada bagaimana sistem pertahanan nasional itu untuk mendukung kepemimpinan daerah, mulai dari provinsi sampai dengan kabupaten/kota,” kata Menhan RI.

Sjafrie menyebutkan, berbagai dampak positif Yonif TP mulai terlihat di sejumlah wilayah, antara lain penurunan angka kriminalitas, penguatan kohesi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, bertambahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan, serta perluasan akses terhadap layanan kesehatan. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.