Menhan Sjafrie dan Menhan Vietnam Komitmen Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Vietnam H.E.General Phan Van Giang berkomitmen untuk mempererat kerja sama pertahanan dan mendukung peran masing-masing dalam menjaga stabilitas di kawasan.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Frega Wenas, usai pertemuan tertutup kedua menhan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Senin (10/3).
"Kedua Menhan menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat kerjasama pertahanan secara bilateral, termasuk mendukung upaya dari masing-masing negara dalam meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk peran dari masing-masing negara di kawasan, khususnya dalam konteks kegiatan-kegiatan multilateral seperti ADMM, ADMM Plus, dan beberapa interaksi di level ASEAN," imbuhnya.
Baca Juga: Prajurit Indobatt XXIII-R Ikuti Latihan Pengembangan Kerja Sama Sipil dan Militer di Lebanon
Pertemuan ini juga dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Vietnam. Kerja sama Indonesia Vietnam yang telah terjalin sejak 1955 dan terus mengalami kemajuan di berbagai bidang.
Selain itu, Frega juga menjelaskan bahwa keduanya sepakat untuk mempererat kerja sama di bidang industri pertahanan, yang didasarkan pada Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Kerja Sama Pertahanan pada 27 Oktober 2010. MoU ini diratifikasi Pemerintah Indonesia pada 2016.
"Salah satu poin yang dibahas juga terkait dengan kerjasama industri pertahanan, di mana sampai dengan saat ini kedua negara juga telah bekerjasama dalam pemeliharaan pesawat, helikopter, termasuk juga dengan bom, dan tentunya ini terus ditindaklanjuti. Apalagi pada tahun 2010 memang sudah ada MoU antara kedua negara yang diratifikasi tahun 2016," jelasnya.
Keduanya pun membahas upaya memperluas patroli terkoordinasi antar Angkatan Laut dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Kerjasama dalam konteks Angkatan Laut, ini juga dibicarakan bagaimana untuk meningkatkan kerjasama antara Angkatan Laut, termasuk juga patroli terkoordinasi yang tentunya berkontribusi untuk perdamaian dan stabilitas kawasan," imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































