TEKNOLOGI

Menhan Prabowo Kunjungi World Defense Show di Arab Saudi

Menhan Prabowo Kunjungi World Defense Show di Arab Saudi
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi World Defense Show. (Dok IDM)

Saudi Arabia, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi World Defense Show sebuah pameran industri pertahanan di Arab Saudi yang digelar pada 6-9 Maret 2022.

World Defense Show sendiri adalah sebuah ajang bagi pemerintah dan pemimpin industri di sektor pertahanan dari seluruh dunia. Platform ini memungkinkan para pemimpin untuk membantu membentuk masa depan pertahanan. Apalagi dunia pertahanan yang kian kompleks dan terus berkembang sehingga pembuat keputusan dapat mengambil langkah solutif.

(Dok IDM)

Setiap dua tahun, pameran ini digelar bertujuan untuk memberikan wawasan dan akses ke inovasi teknologi yang membentuk industri pertahanan. Selain itu, World Defense Show digagas sebagai pendorong integrasi dan interoperabilitas antara sektor udara, darat, laut, antariksa, dan keamanan demi membantu mempercepat masa depan industri pertahanan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.