HANKAM

Mengintip Fasilitas Rumah Apung Muara Angke yang Dibangun PT PAL bersama Unhan

Muara Angke
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, IDM - PT PAL Indonesia berhasil mengerjakan proyek pembangunan rumah apung untuk masyarakat pesisir Muara Angke, Jakarta Utara sebagai bagian dari upaya atas persoalan hunian layak bagi warga sekitar yang sering terdampak banjir rob.

Program kolaborasi bersama Universitas Pertahanan (Unhan) ini mampu dikerjakan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Pembangunan rumah apung merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PAL Indonesia yang bekerja sama dengan program bakti sosial Unhan. Program ini dimulai dengan melakukan mitigasi permasalahan yang sering kali dihadapi masyarakat terdampak banjir rob di kawasan pesisir pantai Pluit Jakarta Utara, di mana ketinggian luapan air bisa mencapai 1 meter yang berdampak pada aktivitas dan perekonomian warga.

Baca Juga: Ratusan Taruna AAL Praktik Peran Layar KRI Bima Suci di Perairan Thailand

Rumah apung dirancang khusus oleh para engineer dalam negeri untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang rawan pasang surut air laut. Selain itu, rumah apung ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti solar panel 1500W, tandon air 1700 L, pompa air, bio septic tank, serta grease trap, dan fasilitas komplementer lainnya.

Muara Angke
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

"Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebuah wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Rumah apung ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, memberikan mereka akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi",” terang CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, di Jakarta, Kamis (15/08).

Program bantuan pembangunan rumah apung yang diinisiasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat nelayan di pesisir Pantai Pluit yang sering terdampak banjir rob dengan ketinggian mencapai 1 meter. Kehadiran rumah apung ini diharapkan dapat menjaga stabilitas tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat nelayan pesisir.

Baca Juga: Prabowo Kerahkan 888 Unit Motor Listrik untuk Operasional TNI di IKN

Prabowo pada sebuah kesempatan menyampaikan konsiderasinya terhadap kondisi warga kampung nelayan. Prabowo menugaskan kepada Unhan untuk melakukan pilot project membuat permukiman di kawasan terendam air.

Muara Angke
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

“Kami membuat prototipe rumah apung dan panggung lengkap dengan solar panel dan septic tank agar dapat meningkatkan kualitas hidup sebagian warga kita," ujar Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meresmikan 16 rumah apung, 12 rumah panggung, dan lapangan futsal terapung bagi masyarakat Muara Angke, Jakarta Utara, pada Rabu, 14 Agustus 2024. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.