HANKAM

Mengenal Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Ini Fungsinya

Koops TNI Habema
Personel kesehatan Koops TNI Habema memberikan layanan kesehatan. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – Komando operasi di Papua, Koops TNI Habema, memiliki Satuan Tugas Teritorial yang berfungsi untuk operasi nontempur.

Satgas Teritorial Koops TNI Habema dibentuk untuk melaksanakan kegiatan teritorial seperti bagi-bagi sembako, layanan kesehatan gratis hingga bantuan belajar kepada anak-anak di Papua.

Terbaru, Satgas Teritorial Koops TNI Habema memberikan layanan kesehatan di tengah keterbatasan akses layanan dan medan yang sulit dijangkau di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (5/5).

Baca Juga: Danpussenarmed Cek Kesiapan Operasional Satuan Yonarmed 11 Kostrad

Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen Stefie Jantje Nuhujanan menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat di daerah penugasan.

"Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, konsultasi medis, tindakan preventif, dan edukasi kesehatan bagi seluruh masyarakat di pedalaman Papua,” ujar Stefie, dikutip dari rilis Penerangan Koops TNI Habema, Rabu (6/5).

Koops TNI Habema
Satgas Teritorial dibentuk untuk melaksanakan kegiatan teritorial atau nontempur. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Layanan kesehatan ini serentak dilaksanakan di beberapa wilayah di Papua, antara lain di Distrik Wangbe, Oksibil, Dugume, Quary Bawah, dan Hitadipat.

Baca Juga: Pangdam Cenderawasih Minta Prajurit di Papua Tetap Waspada

Tim tenaga kesehatan yang tergabung dari beberapa batalion berada di bawah Koops TNI Habema, di antaranya Batalion Infanteri (Yonif) 732, Yonif 753, Yonif 613, dan Yonif 300.

Tim tenaga kesehatan TNI langsung mendatangi kampung-kampung dan permukiman warga guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas medis.

Bentuk kegiatan teritorial tersebut merupakan realisasi dukungan TNI dalam pemberian pelayanan dasar terhadap masyarakat Papua yang selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 125 Ribu Benih Lobster, Pelaku Pilih Nyebur dan Kabur ke Hutan

Inpres tersebut ditindaklanjuti dengan pembentukan Koops TNI Habema, yang sebelumnya bernama Koops Habema. Koops ini melaksanakan operasi secara smart power, yang merupakan kombinasi dari soft power, hard power, dan diplomasi militer.

Dansatgas Teritorial memastikan, upaya-upaya menghadirkan layanan kesehatan akan terus dilakukan agar masyarakat Papua tetap bisa mendapatkan fasilitas kesehatan dan merasa aman dengan keberadaan TNI.

“Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, melainkan wujud kehadiran negara hingga ke pelosok negeri,” kata Dansatgas. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.