Mengenal Program Rosita Mama Papua yang Digalakkan Satgas Condromowo Kostrad

Jakarta, IDM - Prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 509 Condromowo Kostrad, Koops Habema, dibawah pimpinan Danpos Koper Letda Inf Alvinta Sembiring melaksanakan program Rosita Mama Papua.
Kegiatan ini berlangsung, pada hari Selasa, 2 April 2024 dengan membeli semua sayuran mama Papua yang selalu silih berganti datang ke Pos Koper untuk menjual hasil kebunnya.
Baca Juga: Apel Operasi Ketupat 2024, TNI-Polri Kerahkan 155.000 Personel
Danpos Koper Letda Inf Alvinta Sembiring menyampaikan bahwa hal ini dilakukan karena melihat sumber perekonomian masyarakat yang rendah dan harga bahan makanan yang sangat tinggi.
"Sehingga kita Satgas Pamtas Mobile Yonif 509 Condromowo Kostrad membantu dengan cara membeli hasil panen Mama Papua," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu, (3/4).
Baca Juga: Dirjen Pothan dan 5 Perusahaan Inhan Dalam Negeri Tandatangani Kontrak Pengembangan Rudal Nasional
"Terima kasih bapak Danpos sudah memberikan kami berkat, masyarakat sangat senang hasil panen kebun selalu diborong. Semoga Tuhan membalas kebaikan dari Bapak TNI dan selalu diberikan Kesehatan," ujar Mama Rosita salah satu Mama Papua yang menjual hasil Kebunnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































