Mengenal Letkol Inf. Nur Wahyudi, Dansat-81 Kopassus yang Baru

Jakarta, IDM - Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Nur Wahyudi resmi dilantik menjadi Dansat-81 Kopassus. Informasi pelantikan ini disampaikan Grup 2 Kopassus melalui akun resminya @grup_2_Kopassus.
Baca Juga: Uji Tempur KRI Sutedi Senoputra-378 Hadapi Ancaman Musuh di Teluk Jakarta
"Komandan Grup 2 Kopassus Beserta Keluarga Besar Grup 2 Kopassus Mengucapkan Selamat & Sukses Atas Pelantikan Letkol Inf. Nur Wahyudi, S.E.,M.I.POL sebagai Dansat-81 Kopassus,” begitu tulis akun resminya @grup_2_Kopassus seperti dikutip, Senin (4/3).
Baca Juga: Aksi Kopaska Terjun dari Ketinggian 10 Ribu Kaki untuk Evakuasi Medis Udara
Letkol Inf. Nur Wahyudi merupakan perwira TNI AD. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 2001 ini pernah bertugas di Grup 1 Kopassus Serang, kemudian bertugas di Grup 3/Sandhi Yudha. Pria yang pernah menjabat Komandan Sekolah Anti Teror di Grup Pusdiklatpassus ini juga pernah bergabung dengan Satgas Unifil Lebanon. Tidak hanya itu, Letkol Nur Wahyudi juga pernah memimpin teritorial sebagai Dandim 0603/Lebak. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































