Mengenal Ilmu 'Sanjak' Prajurit Marinir untuk Lacak Keberadaan Musuh

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 1 Marinir melaksanakan materi 'Mengesan Jejak' (Sanjak) dalam rangkaian latihan perorangan dasar triwulan I 2024 di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur, Minggu (21/1).
Sanjak adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas di medan operasi, seperti melacak keberadaan musuh. Prajurit dituntut mampu menganalisis dan memperkirakan segala hal yang dapat menguntungkan tim dan satuan.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 1 Marinir Letkol (Mar) Roni Saputra, menyampaikan kepada prajuritnya agar mengikuti materi latihan Sanjak dengan profesional, andal, dan secara militan.
Baca Juga: Berangkat ke Lebanon, Prajurit Kostrad Ziarah ke Astana Giri Bangun dan Makam Pangeran Samber Nyawa
"Serta tidak mudah mengeluh karena prajurit Korps Marinir adalah garda terdepan benteng NKRI dalam menjaga kesatuan serta keutuhan negara," ujar Roni, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (22/1).

Pada kesempatan yang sama, Danpasmar 2 Brigjen (Mar) Y. Rudy Sulistyanto meninjau langsung gelaran latihan triwulan I 2024 jajaran satuan pelaksana (satlak) Pasmar 2 di Kecamatan Kendal dan Jogoroto, Ngawi, Jawa Timur.
Rudy menjelaskan latihan tersebut bertujuan memelihara serta meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme prajurit Pasmar 2.
Baca Juga: Begini Cara Siswa Kopaska Rebut Obyek Vital dari Serangan Musuh
"Kegiatan latihan dilaksanakan di daerah dengan kondisi medan dan cuaca yang tidak jauh berbeda dengan daerah operasi," jelas Rudy.
Ia juga berpesan kepada prjurit Pasmar 2 agar berlatih dengan sungguh-sungguh dan aplikatif dengan ilmu yang sudah diberikan oleh instruktur atau pelatih.
"Kita harus pintar menilai medan sehingga mampu memanfaatkan medan layaknya penugasan yang sesungguhnya. Selamat berlatih dan selalu jaga kesehatan," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































