Mengenal Brevet Kebanggaan Kavaleri "Yudha Bramasta Wiratama"

Jakarta, IDM – Baru-baru ini, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Anton Yuliantoro menerima brevet "Yudha Bramasta Wiratama" dan menjadi warga kehormatan Korps Kavaleri saat meninjau rangkaian latihan UST Ton yang di laksanakan Yonkav 8/NSW/2 Kostrad di Daerah Latihan Puslatpur Marinir Asembagus, Pasuruan, Jawa Timur.
Baca Juga: Ini Deretan Pesawat dan Helikopter TNI AL Saat Atraksi HUT ke-68 Penerbal
Dilansir keterangan dari Penkostrad, Jumat, (28/6) pemberian brevet ini bukan tanpa sebab, Pangdivif 2 dinyatakan lulus menembak senjata Kanon Leopard 2A4, senjata andalan dari Kavaleri.
"Brevet kehormatan Pangdivif 2 Kostrad tersebut langsung disematkan oleh Danyonkav 8 Kostrad Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah," tulis keterangan Penkostrad.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Sertu Sarijo, Usai Berdinas Langsung Jualan Sate Keliling
Sementara itu dikatakan bahwa "Brevet Yudha Bramasta Wiratama" adalah sebagai tanda kualifikasi kebanggaan prajurit Kavaleri yang telah menyelesaikan aplikasi materi menembak senjata kendaraan tempur Kavaleri dan mampu bertempur dan menghancurkan berbagai macam tipe karakteristik musuh yang dihadapi dengan menggunakan tembakan canon Ranpur Kavaleri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































