Mengapa Prajurit TNI Harus Mahir Perkelahian dengan Sangkur?

Jakarta, IDM - Baru-baru ini prajurit Ajen Divif 3 Kostrad melaksanakan uji perkelahian dengan sangkur di Gor Kikav 14/JJ/3 Kostrad.
Kaajen Divif 3 Kostrad, Letkol Caj Mamat Rahmatullah mengatakan latihan tersebut merupakan salah satu latihan kemampuan bela diri yang wajib dimiliki setiap prajurit, ketika dalam suatu pertempuran untuk merebut dan menghancurkan sasaran dari jarak dekat.
Baca Juga: Kerahkan Dua Tipe Pesawat Hercules, TNI AU Gelar Latihan Container Delivery System
"Disamping itu, perkelahian sangkur juga dapat dilakukan ketika senjata mengalami kerusakan ataupun kehabisan munisi, maka salah satu upaya untuk tetap melakukan perlawanan adalah maju ke arah musuh dengan sangkur terhunus di tangan atau dengan senjata," kata Letkol Caj Mamat dikutip rilis Penkostrad, Selasa, (19/3).
Ia pun mengharapkan kepada prajurit Ajen Divif 3 Kostrad untuk menguasai dan memahami betul tahap-tahapan materi perkelahian sangkur secara benar dan aman.
Baca Juga: 8500 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Kunjungan Presiden Jokowi di Kalbar
"Sehingga prajurit mampu menjadi petarung Cakra yang jago bela diri dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan suatu pertempuran secara profesional," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































