Membanggakan! 3 Prajurit TNI AL Terima Tanda Jasa Kehormatan dari Militer Filipina

Jakarta, IDM – Tiga prajurit TNI AL sukses mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Para personel yang tergabung dalam tim perwira penghubung atau Indonesian Liaison Officer (ILO) ini baru saja menerima tanda jasa kehormatan dari Angkatan Bersenjata Filipina.
Ketiganya adalah Kapten Laut (P) Bayu Aji Kurniawan, Kapten Laut (E) Satya Jala Tama, dan Serka Mus Asep Setyawan. Upacara penganugerahan medali The Meritorious Achievement Medal dan The Gawad Sa Kaunlaran tersebut berlangsung khidmat di Markas Eastmincom, Panacan, Davao City, Selasa (14/4).
Penyematan medali ini bukan sekadar seremoni formal. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi militer Filipina atas kontribusi nyata prajurit TNI AL dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan kedua negara.
Baca Juga: Lewat PET, Prajurit TNI Tiga Matra Dilatih Bedakan Kritik Konstruktif dan Narasi Subversif
Selama bertugas, mereka dinilai sangat lincah dalam menjalin koordinasi, komunikasi, hingga membangun relasi yang akrab dengan masyarakat sipil di Filipina.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan prestasi ini merupakan cerminan profesionalisme prajurit matra laut di mata dunia. Ia menegaskan, keberhasilan ini lahir dari komitmen kuat untuk menjaga hubungan bilateral yang harmonis.
"Prestasi yang diraih prajurit TNI AL ini menjadi bukti nyata pengabdian kita dalam memperkuat diplomasi maritim. Sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, setiap prajurit harus mampu menjaga hubungan baik dengan negara sahabat untuk mewujudkan keamanan kawasan yang kondusif," ungkap Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (15/4).
Baca Juga: TNI AL Bakal Tembakkan Rudal Exocet hingga C-705 di Latihan Operasi Laut Gabungan 2026
Ketiga personel ILO dari batch 10 ini dianggap sukses melampaui tugas pokok mereka dalam memperkuat sinergi antara TNI dan Angkatan Bersenjata Filipina.
Selain urusan teknis militer, mereka aktif menjadi jembatan diplomasi yang humanis di lapangan. Langkah inilah yang akhirnya membuat Komandan Eastmincom selaku pimpinan komite perbatasan setempat memberikan penghormatan khusus.
Capaian gemilang ini semakin mempertegas posisi TNI AL sebagai garda terdepan yang disegani di kawasan, baik secara kekuatan tempur maupun kemampuan diplomasi di level kedaulatan antarnegara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































