Mayor Laili Jadi Komandan Baru Taifib 1 Marinir

Jakarta, IDM - Batalyon Pasukan Khusus Intai Amfibi (Taifib) Pasmar 1 resmi memiliki seorang komandan baru, yaitu Mayor (Mar) Laili Nugroho.
Dalam upacara serah terima jabatan, Letkol (Mar) Jan Risa Romy U menyerahkan tongkat Komandan Yontaifib 1 Mar kepada Laili di Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta, Kamis (5/1).
Sebelumnya, Laili menjabat sebagai Pabandya Binkuatlan Bandya Binkuatmarian Ban VI Binkuat Sopsal Mabesal. Kemudian, Jan Risa bakal menempati jabatan baru sebagai Pabandya 1 Lid Sintel Koopssus TNI Mabes TNI.

Dalam amanatnya, Danpasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Hermanto, mengucapkan selamat atas jabatan baru yang diemban Laili.
"Saya percaya, bekal pengalaman dan kemampuan yang anda miliki akan mampu membawa Yontaifib 1 Mar ke arah yang lebih baik," ucap Hermanto dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (6/1). Ia juga berterima kasih kepada Jan Risa atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama menjabat Danyontaifib 1 Mar.
Baca: Pesan KSAL Ali ke Kolonel Ludfy yang Dikirim ke Lebanon
Hermanto menyampaikan, serah terima jabatan bertujuan mendorong semangat regenerasi untuk peningkatan kinerja dan kualitas organisasi, agar semakin efektif dan efisien melaksanakan tugas pokok. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































