Mayjen TNI Krido Pramono Resmi Jabat Pangdam Mulawarman

Jakarta, IDM – Mayjen TNI Krido Pramono resmi menjabat Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman (Mlw). Ia resmi menggantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.
Dilansir dari keterangan Penkodam VI/Mlw, Jumat (19/12), pergantian kepemimpinan tersebut dikemas dalam rangkaian tradisi satuan yang mencerminkan kesinambungan komando dan soliditas prajurit.
Baca Juga: Akses Darat Terhambat, KRI Banda Aceh-593 jadi Andalan Distribusi Beras ke Nias
Krido beserta Ibu Syanti Krido Pramono, Ketua Persit KCK PD VI/Mlw, disambut secara adat dan militer melalui pengalungan selendang manik, tradisi tepung tawar, tarian adat Kalimantan, serta Pedang Pora gabungan TNI–Polri yang mengantar menuju Makodam VI/Mlw.

Krido merupakan lulusan Akademi Militer (1997) dan SMA Negeri 2 Purwokerto ini berasal dari kecabangan Infanteri (Raider). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Asisten Intelijen Panglima TNI.

Baca Juga: Di Atas KRI Radjiman-992, KSAL Tinjau Layanan Kesehatan Korban Banjir Sumbar
Krido tercatat menduduki sejumlah jabatan penting di antaranya adalah Waaspers KSAD Bidang Binpers, Danrem 052/Wijayakrama, Pa Sahli Tk. III Bidang Hubint Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, dan kini sebagai Pangdam VI/Mlw. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































