Mayjen Rio Firdianto, Mantan Dansat Intel Bais yang Ditunjuk jadi Asintel Panglima TNI

Jakarta, IDM – Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tampubolon memimpin prosesi serah terima jabatan dua asisten Panglima TNI, salah satunya Asisten Intelijen Panglima TNI, di Aula Gatot Subroto, Markas Besar TNI, Jakarta Timur, Senin (10/11).
Mayjen Rio Firdianto ditunjuk menjadi Asintel Panglima TNI menggantikan Mayjen Krido Pramono.
Sebelum ini, Rio menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan selama lebih kurang satu tahun.
Baca Juga: Sinergi TNI-Kemhan-Vertical Rescue Bangun Jembatan hingga Pemasangan Internet di Wilayah 3T
Perjalanan Karier
Rio merupakan perwira TNI AD, abituren Akademi Militer 1993 dari kecabangan Artileri Medan.
Dikutip dari berbagai sumber, Rio mengawali karier sebagai perwira pertama di jajaran Batalion Armed 12/Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).

Berbagai jabatan strategis pernah ia emban seperti Komandan Batalion Armed 5/105 Tarik (2010-2012), Komandan Grup D Paspampres (2015-2018), Sesmin Kasum TNI (2018-2019) hingga Pangdam Bukit Barisan (2024-2025).
Baca Juga: TNI AD Bicara Peternakan Ayam hingga Pengelolaan Lahan untuk MBG
Sebelum ditunjuk menjadi Asintel Panglima TNI, Rio sudah malang melintang di bidang intelijen militer.
Ia pernah menjabat Asintel Komandan Paspampres (2014-2015), Asintel Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (2019-2020), Komandan Satuan Intelijen (Dansat Intel) Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI (2020-2022) hingga Wakil Asisten Intelijen KSAD (2023-2024).
Rio juga tergabung dalam Satuan Tugas Intelijen Strategis (Intelstrat) Bais TNI pada 2020-2022. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































