HANKAM

Marinir Temukan Kapal Pengebom Ikan Ilegal di Pulau Deli Banten

Satgas pengamanan pulau terluar
Satgas pengamanan pulau terluar di Pulau Deli mengamankan barang bukti dari penemuan kapal kincang, Banten, Sabtu (1/6). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Para prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam satgas pengamanan pulau terluar di Pulau Deli menemukan satu dari empat unit kapal pengebom ikan.

Penemuan itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya pengeboman ikan ilegal yang diduga menggunakan kapal kincan di Pulau Deli, Banten, Jawa Barat, Sabtu (1/6).

Awalnya, komandan satgas Lettu (Mar) M Harliansyah memerintahkan anggotanya, yakni Serda (Rum) Gatot Suseno dan Serda (Mar) Jaeni melakukan penyisiran di sepanjang pinggir sungai, pascamenerima laporan dari masyarakat adanya kapal yang mencurigakan.

Baca Juga: Brigjen Taufik Budi Santoso Resmi Jabat Komandan PMPP TNI

"Setelah melakukan penyisiran di sepanjang pinggir sungai, ditemukan salah satu kapal kincang yang diduga terlibat dalam pengeboman ikan," ungkap Harli, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Selasa (4/6).

Satgas pengamanan pulau terluar
(Foto: Dok. Puspen TNI)

Ia melanjutkan, di dalam kapal tersebut ditemukan sejumlah barang bukti terdiri dari satu unit perahu kincang, satu unit mopel 40 PK, ikan hasil tangkapan yang dikemas ke dalam empat kotak dengan total 600 kg, kompresor dan selang sepanjang 50 meter, genset kecil 750 watt, alat masak hingga aki kering GS 12 volt. 

Harli mengatakan, satgas pengamanan pulau terluat di Pulau Deli berkoordinasi dengan Pos Angkatan Laut (Posal) dan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Binuangeun untuk mengambil langkah selanjutnya.

Baca Juga: Satgas Yonif 509 Kostrad Gelar Patroli Rutin di Wilayah Intan Jaya

"Barang bukti diamankan di Posal Binuangeun, Lanal Banten, dan kasusnya sedang didalami oleh Posal dan Polairud Binuangeun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Satgas pengamanan pulau terluar
(Foto: Dok. Puspen TNI)

Menurutnya, penemuan ini menunjukkan komitmen TNI, khususnya TNI AL dalam memberantas aktivitas pengeboman ikan yang merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.

"Diharapka, dengan adanya penindakan yang tegas, aktivitas pengeboman ikan ilegal dapat diminimalisir dan ekosistem laut di sekitar Pulau Deli dapat terjaga dengan baik," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.