Marinir Tampilkan Perahu Terbang, Inovasi Operasi Amfibi Jadi Sorotan Upacara Kehormatan Militer

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir secara perdana menampilkan aksi perahu karet terbang (flying inflatable boat) saat gladi bersih demonstrasi udara untuk upacara kehormatan militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jumat (8/8).
Komandan Pasmar 1 Brigjen (Mar) Ena Sulaksana mengungkapkan flying inflatable boat biasanya digunakan untuk operasi penyelamatan di wilayah banjir atau area dengan akses sulit, hingga penelitian lingkungan dan survei perairan.
"Flying inflatable boat sendiri adalah hal yang masih sangat jarang ditemukan, khususnya di Indonesia," ungkap Ena, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Sabtu (9/8).
Baca Juga: Validasi Organisasi TNI: Daftar Pangdam di Enam Kodam Baru, Dangrup Kopassus Dijabat Bintang Satu
Sedangkan di militer, flying inflatable boat bisa juga digunakan untuk keperluan operasi amfibi maupun operasi muara dan perairan.
"Tujuan flying inflatable boat adalah untuk lepas landas dan mendarat dengan aman di permukaan air dan melakukannya di laut dengan kedalaman hingga tiga kaki," jelas Ena.
Lebih lanjut, Ena berpesan kepada prajurit Taifib 1 Marinir yang menjadi pilot flying inflatable boat tersebut untuk selalu tampil maksimal saat melakukan teknik terbang di depan para peserta upacara kehormatan militer, yang dijadwalkan pada lusa.
"Selalu tampil maksimal saat flying pass di depan podium kehormatan yang akan dilihat langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta para tamu undangan lainnya," pesannya.
Baca Juga: TNI Bangun Sekolah di Papua Target Selesai Sebelum 17 Agustus 2025
Adapun upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer diikuti oleh 27.384 prajurit yang terdiri dari pasukan upacara dan pendukung. Sebanyak 152 kendaraan taktis juga akan ditampilkan, diawaki oleh 388 orang. Sedangkan alutsista yang terlibat dalam demo upacara tersebut berjumlah 124 unit dengan rincian 34 unit TNI AD, 24 unit TNI AL, dan 66 unit TNI AU.
Pada upacara ini juga akan ada penganugerahan tanda pangkat jenderal kehormatan, penyematan tanda jabatan Wakil Panglima TNI, hingga pengukuhan pangkat terhadap Komandan Korps Marinir (Dankormar); Komandan Komando Pasukan Khusus (Dankopassus); dan Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopaskagat).
Ketiga komandan satuan dari tiga matra tersebut masing-masing bakal naik pangkat satu tingkat lebih tinggi. Dankormar dari Mayjen menjadi Letjen (Pangkormar); Dankopassus dari Mayjen ke Letjen (Pangkopassus); dan Dankopasgat dari Marsda berubah menjadi Marsdya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































